Banner Bio Mild Kapsul

Bio Mild Kapsul

(BPOM RI TR 182322701)

Produk kesehatan dalam bentuk kapsul dengan dua bahan aktif utama, ekstrak Ashwagandha dan akar Maca. Dikemas dalam kapsul berbasis sayuran, Bio Mild aman bagi pria maupun wanita. Bio Mild Kapsul bermanfaat untuk mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan kesehatan seksual, obesitas, dan stres.

Manfaat Bio Mild

1

Meningkatkan libido dan vitalitas

2

Meningkatkan stamina

3

Meningkatkan dan menjaga performa seksual

4

Mengurangi tingkat stres

5

Membantu tubuh dan pikiran untuk rileks

6

Meningkatkan dan menjaga tingkat konsentrasi

7

Meningkatkan daya ingat dan pengenalan

8

Meningkatkan dan menjaga tingkat fokus

9

Membantu pembentukan massa otot (pria)

10

Membantu menjaga berat badan dengan menekan stres yang memicu nafsu makan berlebih

Ashwagandha Extract

Ekstrak Ashwagandha

Ashwagandha adalah herba unggulan dari Ayurveda, sistem pengobatan tradisional dari India. KSM-66 adalah ekstrak Ashwagandha yang dibuat oleh Ixoreal Biomed, diciptakan melalui proses yang membutuhkan 14 tahun R&D untuk dikembangkan dan disempurnakan. KSM-66 adalah ekstrak akar Ashwagandha dengan konsentrasi tertinggi yang tersedia di pasar saat ini, diproduksi menggunakan proses ekstraksi pertama di jenisnya, berdasarkan prinsip 'Green-Chemistry', tanpa menggunakan alkohol atau pelarut kimia lainnya.

Maca Root Extract

Ekstrak Akar Maca

Maca (Lepidium Meyenii) adalah tanaman Andes yang termasuk dalam keluarga brassica (mustard). Maca telah digunakan selama berabad-abad di Andes untuk meningkatkan kesuburan pada manusia. Uji klinis terbaru juga menunjukkan efek signifikan Maca untuk meningkatkan jumlah dan mobilitas sperma serta meningkatkan fungsi seksual pada manusia.

Bio Mild Splitter

BERBAGAI PENELITIAN TENTANG ASHWAGANDHA

Flag
Asha Hospital, INDIA

Penelitian dari Asha Hospital di Hyderbad menemukan bahwa suplementasi Ashwagandha selama dua bulan menurunkan stres sebesar 44% dan menurunkan depresi dan/atau kecemasan sebesar 72%.

Flag
Tokyo University of Technology, JAPAN

Peneliti Tokyo University of Technology menemukan bahwa Ashwagandha memperlambat proses fosforilasi sel induk melanosit, memberikan potensi memblokir kanker kulit.

Flag
Jamia Hamdard University, INDIA

Peneliti Jamia Hamdard University menemukan bahwa Ashwagandha mengurangi risiko demensia dan alzheimer.

Flag
Indian Institute of Technology, INDIA

Peneliti dari Indian Institute of Technology menemukan bahwa senyawa Ashwagandha menghambat protein yang terlibat dalam Leishmaniasis.

Flag
Universitas Sains Malaysia, MALAYSIA

Peneliti dari Malaysia’s University Sains menemukan bahwa Ashwagandha mengurangi rasa lelah.

Flag
Jamia Hamdard University, INDIA

Fakultas Farmasi Jamia Hamdard University menemukan bahwa Ashwagandha mengurangi stres oksidatif yang berkaitan dengan diabetes tipe 2.

Flag
India National Research Institute of Ayurvedic, INDIA

Ditemukan bahwa Ashwagandha yang dikombinasikan dengan ramuan Ayurveda lainnya mengurangi gejala pada pasien tuberkulosis.

Flag
Louisiana State University, USA

Peneliti dari Louisiana State University menemukan bahwa Ashwagandha menghambat pertumbuhan tumor kanker.

Flag
India Central Food Technological Research Institute, INDIA

Peneliti dari India’s Central Food Technological Reserch Institute menemukan Ashwagandha bersifat antioksidan dan menghambat kerusakan sel otak oksidatif serta membalikkan mekanisme yang berkaitan dengan penyakit Parkinson.

Flag
Universiti Sains Malaysia, MALAYSIA

Penelitian dari sekolah kedokteran Universiti Sains Malaysia menemukan bahwa Ashwagandha menghambat beberapa bakteri patogen, terutama Salmonella.

Flag
University of Pittsburgh Cancer Institute & School of Medicine, USA

Penelitian dari University of Pittsburgh Cancer Institute dan The University of Pittsburgh School of Medicine menemukan bahwa Ashwagandha menghambat migrasi sel kanker payudara.

Flag
Wayne State University, USA

Peneliti dari Detroit’s Wayne State University menemukan bahwa Ashawagandha menekan pertumbuhan mesothelioma, penyakit paru-paru yang paling menonjol terkait dengan toksisitas asbes.

Flag
Tokushima Bunri University, JAPAN

Peneliti Tokushima Bunri University menemukan bahwa Ashwagandha membunuh sel Leishmania major, menjadikannya pengobatan yang efektif untuk Leishmania.

Flag
National Center for Radiation Research and Technology, EGYPT

National Center for Radiation Research and Technology menemukan bahwa Ashwagandha membantu melindungi terhadap paparan radiasi.

Flag
India National Brain Research Center, INDIA

Ditemukan bahwa Ashwagandha mengurangi peptida beta-amiloid di dalam otak - menjadikannya pelindung terhadap penyakit Alzeimer.

Flag
Keimyung University, SOUTH KOREA

Studi dari Korea Selatan Keimyung University menemukan bahwa Ashwagandha menghambat pertumbuhan tumor dan menstimulasi pembunuhan sel batal ginjal.

Flag
Colorado State University, USA

Peneliti Colorado State University menemukan bahwa Ashwagandha dan ramuan Ayurveda lainnya membantu melindungi jantung dari kerusakan oksidatif.

Ashwagandha

Ashwagandha (Withania Somnifera) mengandung segudang konstituen.

CLINICAL TEST